Refleksi 2025: Gila, Bisa Gitu yaa Aku?

"Gak pernah kepikiran bisa nangis sampai segininya," batinku saat itu sambil kembali mengelap ingus dari hidung yang udah lecet saking seringnya dipencet.


Awal masuk kuliah, masa orientasiku dibuka dengan materi self-awareness. Lalu empat tahun setelahnya, hidupku dihabiskan buat mempelajari manusia--termasuk diriku sendiri. Tapi ternyata, mengenal diri sendiri itu proses yang gak ada habisnya. Bahkan ketika ngerasa udah mengenal diri ini dari A-Z, ternyata aku bisa ngeluarin varian AA, AB, AC, sampai tak hingga kayak kolom di microsoft excel.


2025 jadi tahun penemuan diri. Masa awal kerja di lingkungan super baru, dengan stressor yang gak aku kenali sebelumnya. Stres, nangis, marah, self-blaming, semua hal-hal negatif kumpul jadi satu. Segimana pun aku berusaha semoga apapun responku terhadap stressor ini ngga harmful untuk orang lain, tapi nyatanya I couldn't help being a pain in the a** for a lot of people. To all of my friends, I am sorry for everything I have done to you while I wasn't in my right sense. I learnt a lot from that and hope I won't do the same mistake twice in the future 🙏


2025 adalah masa-masaku begadang gila-gilaan dan nangis (beneran hampir) setiap hari. Pernah ada satu waktu nangis dari pagi-malam full gak berhenti sampai hidungku lecet. Ditambah sempat di fase muntah (hampir) setiap pagi. Entah asam lambung, entah stress, entah dua-duanya. It was very difficult for me. But I am proud bisa survive dan tidak ragu untuk seek for help ketika aku rasa kondisiku memang sudah mengkhawatirkan.


2025 jadi masanya belajar. Belajar hard skill, belajar soft skill, dan belajar mengenali diri sendiri. Gak dipungkiri, banyak banget yang dipelajari di tahun lalu meski harus sambil nangis nangis. Kalau ditanya apakah mau diulangi lagi, jawabannya:


Ya nggak lah. Kalau sampe keulang lagi artinya kita gak belajar dari kesalahan, ege 😂 why would I repeat the same mistake twice?


Tapi sangat bersyukur, di hari ini, beberapa bulan setelah masanya terlewati, aku bisa ngeliat kejadian dulu dengan perspektif yang lebih positif, pemahaman yang lebih objektif, dan pemakluman yang lebih luas.


It felt like a hell, but I'll always bring the fire with me--as a reminder to never, ever, repeat the same mistake again.

======


#30haribercerita

Komentar