How Do You Cope with Failure?
Katanya, masa-masa sulit kalau dilihat lagi di kemudian hari bakal jadi kenangan manis, "Nanti kita bakal kangen masa-masa susah begini."
Tapi pernah ngga sih, berhasil melewati satu fase hidup yang bahkan setelah lama berlalu, kamu ngga sedikit pun ngerasa kangen dan bahkan selalu berdoa semoga fase itu ngga pernah harus dilewati lagi?
Buatku, itu fase di mana aku untuk pertama kalinya gagal dapatin hal yang selalu aku doakan. It was so hard and the pain was almost unbearable.
Dari dulu, skenario yang biasa aku lewatin cuma ada dua opsi:
1. Ngga mau-mau banget, jadi kalau ngga dapat juga ngga apa-apa
2. Kepengen banget dan berhasil dapatinnya
Jadi ketika muncul skenario "3. Kepengen banget sesuatu dan gagal dapatinnya", otakku rasanya nge-lag, "Eh, ini gimana cara responsnya, ya?"
Waktu kejadian, aku baru mulai lihat sekitarku. Baru ngeh bahwa orang-orang mungkin udah sempat melewati dan berdamai sama fase ini dari sejak bangku sekolah (misalnya, ngga dapatin sekolah yang mereka mau). Tapi ini baru aku alami setelah lulus kuliah. Rasanya mau ketawa karena ih, kok telat banget? Tapi mungkin memang aku baru kuat menghadapinya setelah usia segitu.
Selama melewati fase itu, aku banyak mencurahkan emosi lewat tulisan di private account. Dulu sempet pengen bikin series malah, rencananya terus nulis sampai rasa sakitnya hilang, tapi ternyata keburu males ahahahaha (laziness won again).
Di momen itu, aku coba untuk mengenali rasa sedih dan sakitku. Sebenernya kenapa sih aku kayak semenderita itu? Karena ngga dapatin yang aku mau? Atau karena ngerasa ngecewain banyak orang? Atau takut sama judgment orang lain? Atau takut people will feel pity on me?
Fase itu aku lewati dengan nangis, refleksi, nulis, nangis, refleksi, nulis, lalu nangis, nangis, nangis (karena udah males nulisnya haha) ... sampai akhirnya selesai sendiri ketika Allah ganti dengan yang lebih baik.
But, for real though.
I didn't do anything besides crying and writing and praying. But as a quote I saw on twitter said, "I did what I can so God can do what I couldn't."
The storm just passed on a random day in a way I never expected. It didn't only heal me but also make everything 10000% much better. Alhamdulillah, Allah bantu. Memang tidak bisa apa-apa tanpa Allah.
Meski cara menghadapi kegagalanku dulu adalah cuma dengan nangis dan berdoa, tapi aku senang pelajaran yang bisa dipetiknya adalah untuk tetap husnudzon sama Allah dan terus ... terus minta tolong lewat doa. Untuk siapapun yang lagi menghadapi fase sulit di hidupnya, semoga bisa selalu ingat bahwa kita ngga sendirian. Ada Allah yang akan selalu bantu.
Goodluck!
Komentar
Posting Komentar